• Home
  • Bengkalis
  • Lupa Bawa Buku Pelajaran, Rambut Ditarik hingga Tercabut

Diduga Siswa SDN 16 Mandau Menjadi Korban Kekerasan

Lupa Bawa Buku Pelajaran, Rambut Ditarik hingga Tercabut

Senin, 06 November 2017 22:18:00
BAGIKAN:
Riaulantang/ net
Berkabar.com -  Dugaan aksi kekerasan di dunia pendidikan terjadi di lingkungan SDN 16 Mandau di Jalan Gajah Mada, Km 2,5 kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau. Brian Leonardi seorang seorang siswa kelas 2 disekolah harus menahan sakit akibat perlakuan oknum guru yang tega menarik rambut disamping telinga hingga tercabut.Akibat kejadian itu anak yang masih berumur 7,5 tahun itu tak berani lagi masuk sekolah.
  
Julius orang tua Brian kepada Riaulantang.com, Senin (6/11/17) menjelaskan rambut anaknya tercabut akibat ditarik oknum guru yang emosian lantaran anaknya lupa membawa buku pelajaran.
 
"Saya kecewa dan tidak terima atas perlakuan kekerasan yang terjadi terhadap anak saya disekolah ini. Hanya gara-gara anak saya lupa membawa buku pelajaran saja,oknum guru di SDN 16 tega menarik anak rambut disamping telinga hingga tercabut. Perlakuan seperti ini sudah yang kedua kalinya terjadi dengan guru yang berbeda," sesalnya.
 
Disampaikan Julius anaknya termasuk anak berprestasi di kelasnya. Brian menduduki rangking 2 di lokalnya, namun hari itu dia lupa membawa buku pelajaran sang guru.
 
"Kejadian ini baru saya ketahui hari Jumat (3/11/2017). Awalnya saya curiga terhadap tingkah laku anak saya yang tidak seperti biasanya. Terkesan seperti merasa ketakutan jika saya dekati. Ketika hal tersebut saya tanyakan ternyata anak saya ini takut kalau kejadian ini saya ketahui sebab anak rambut disamping telinga anak saya kelihatan colak (tercabut, red)," ujarnya.
 
Dijelaskannya yang tak mengenakan perlakuan sekolah ketika hal itu dikonfirmasi balik ke pihak sekolah. Sekolah seperti menantang agar dia melanjutkan kasus itu.
 
"Saya tidak terima atas perlakuan kasar dilakukan oleh oknum guru di SDN 16 Mandau. Saya minta kepada bapak Bupati Bengkalis melalui dinas pendidikan Bengkalis beserta kepala Unit Pelayanan Terpadu Pendidikan Mandau untuk menindak lanjuti permasalahan kekerasan yang terjadi di SDN 16 Mandau ini," ujar Julius sembari mengatakan anaknya tak berani masuk sekolah hingga hari ini.
 
Terkait dugaan kasus kekerasan di lingkungan SDN 16 Mandau ini, pihak sekolah belum bisa dihubungi.
 
 
Sumber: Riaulantang
 
 
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR