• Home
  • Inhu
  • Dijanjikan Masuk Polisi, Rp260 Juta Uang Warga Inhu Lesap

Dijanjikan Masuk Polisi, Rp260 Juta Uang Warga Inhu Lesap

Rabu, 22 November 2017 15:41:00
BAGIKAN:
rec/net
Berkabar.com - Keinginan Ismail (47) dan istrinya Rubiem (46) warga Desa Payarumbai Kecamatan Seberida, Inhu, Riau untuk memenuhi keinginan anaknya Khairul (18) menjadi anggota Polisi RI ternyata kandas ditangan oknum yang mengaku pengacara di Jakarta, bahkan uang yang diminta oknum pengacara itu sebesar Rp 260 juta lesap.
 
Ismail didampingi istrinya Rubiem dan anaknya Khairul kepada awak media ini, Senin (20/11) menjelaskan, Pada Februari 2017 lalu, dia ditawari oleh mertua sepupunya yang berdomisili di kawasan Kuantan V Pekanbaru, Ardiansyah dan istrinya Julini, yang menyanggupi bisa memasukkan anaknya Khairul lolos menjadi Bintara
Polisi di Pekanbaru.
 
Julini saat itu menghubungi Timbang Pangaribuan yang mengaku pengacara dan anggota Kompolnas di Jakarta, kala itu Julini meminta uang senilai Rp300 juta agar anaknya Khairul bisa lolos masuk dan diterima menjadi Bintara Polisi dan langsung bisa lolos menjadi siswa bintara Polisi di SPN Pekanbaru.
 
Namun, Rubiem hanya menyanggupi Rp260 juta saja, itupun dicicil karena Rubiem dan Ismail harus menunggu uang penjualan kebunnya. Kesepakatan itupun disetujui kedua belah pihak, dan Khairul pun mendaftarkan dirinya untuk menjadi Bintara Polisi di Polda Riau.
 
Menurut Rubiem, ternyata Julini tidak bersama suaminya Ardiansyah saja, namun dia bekerjasama dengan yang mengaku sebagai pengacara di Jakarta dan sebagai anggota Kompolnas dan berdomisili di Jakarta, mengaku namanya Timbang Pangaribuan yang mampu memasukkan Khairul menjadi bintara Polisi, ujar Rubiem.
 
Ditambahkannya, uang sebesar Rp 260 juta itu ditranfernya melalui BNI ke rekening Ardiansyah suami Julini sebanyak tiga kali, yaitu Rp50 juta, Rp100 juta dan Rp.25 juta dan selebihnya diberikan langsung ke Timbang Pangaribuan yang disaksikan Julini dan Ardiansyah. 
 
"Saya tak tahu kemana melaporkan permasalahan ini, persoalannya di Pekanbaru, sedangkan Timbang Pangaribuan berada di Jakarta," keluh Rubiem memelas disaksikan suaminya Ismail dan anaknya Khairul.
 
Dijelaskan Rubiem, pada 4 April 2017, saat memberikan uang pertama, Timbang Pangaribuan menyanggupi anaknya Khairul bisa lolos masuk Bintara Polisi di SPN Pekanbaru dengan bayaran Rp260 juta, bukti transfer uang ada semuanya meski melalui Ardiansyah, beber Rubiem.
 
Julini melalui suaminya Ardiansyah dikonfirmasi Senin (20/11) mengatakan, uang yang ditransfer Rubiem ke rekeningnya hanya numpang transfer saja, sebab semua uang itu langsung diserahkannya kepada Timbang Pangaribuan yang merupakan kakak angkat istrinya Julini.(zap/rec/net)
 
 
 
Selengkapnya baca di Harian Pagi Bengkalis Ekspres, besok pagi Edisi Kamis (23/11/17).
 
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Selain Bawa Kabur Mobil Rental dan Uang Rp300 Juta, Pria Ini Disebut Mengaku Sebagai Anggota BIN

    Berkabar.com - Pengadilan Negeri ( PN ) Rohil, Rabu (23/8) sekira Pukul 16.35 WIB ke

  • Iming-iming Jabatan, Korban Masuk Jebakan Batman

    Berkabar.com - Berkat nomor dari seorang kenalannya, RN (33) yang bekerja sebagai buruh berhasil menipu Aparatur Sipil Negara (A

  • Korban Merasa Ditipu, AXA Mandiri Dumai Dilaporkan ke Polisi

    Berkabar.com - Diduga melakukan penipuan terhadap nasabah, Area Manager AXA Mandiri Dumai dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda

  • Dosen di Universitas Riau Menjadi Korban Penipuan Bule Asal Inggris

    Berkabar.com - Berteman dengan seorang pria mengaku bule di Facebook dengan akun Richard Munan, seorang dosen di Fakultas Ekonom

  • KOMENTAR