• Home
  • Peristiwa
  • Miris! Sambil Layani Tamu Bercinta, Ibu Ini Bawa Anak Perempuannya

Miris! Sambil Layani Tamu Bercinta, Ibu Ini Bawa Anak Perempuannya

Kamis, 04 Januari 2018 16:06:00
BAGIKAN:
pojoksatu/net
Berkabar.com - Entah apa yang ada dipikiran ibu satu anak berinisial BS (28) ini. Warga Jalan Raya Pabean, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur itu mengajak anak perempuannya yang masih berumur 2,5 tahun saat melayani tamu di sebuah hotel di kawasan Jalan Jemursari, Kamis (14/12/17).
 
Kelakuan BS itu diketahui saat digerebek anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes.
 
Penggerebekan tersebut merupakan hasil penyelidikan dan kejelian anggota PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya dalam mengawasi sejumlah grup facebook (fb), salah satunya adalah grup bernama “Birunya Cinta Purel Online sby”.
 
Dari grup tersebut ada salah satu penghuni grup yang belakangan diketahui bernama Ahmad Jawari, 24,. Pria warga Jalan Tropodo RT 6 RW 1, Waru, Sidoarjo tersebut memposting yang isinya menawarkan korban BS dengan caption “bantu teman booking out,”.
 
“Setelah itu, kami melakukan penyelidikan. Dari postingan tersebut, kami mendapatkan informasi jika korban mendapatkan seorang pelanggan. Dari penyelidikan itu, kami juga mendapatkan lokasi yang digunakan untuk kencan,” ungkap Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Rabu (3/1/18).
 
Lily menjelaskan setelah mendapatkan lokasi tersebut, polisi lantas melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel.
 
Saat digerebek, BS sedang melayani tamu seorang pria hidung belang. Namun selain dua orang tersebut, polisi juga mendapati anak perempuan yang ada di kamar tersebut.
 
“Setelah kami periksa, ternyata anak tersebut merupakan anak korban. Yang memang sengaja dibawa saat melayani tamu. Hal ini sangat miris,” imbuhnya.
 
Dari penggerebekan tersebut, polisi kemudian menangkap Jawari. Dia ditangkap saat menunggu BS di lobi hotel. Jawari adalah orang yang menawarkan BS melalui FB atau seorang mucikari.
 
Modusnya, ia menawarkan korban lewat fb. Kemudian jika ada pria yang berminat maka proses komunikasi selanjutnya dilakukan lewat inbok. “Dari sana, tersangka Jawari menentukan tarif dan lokasi yang digunakan untuk berkencan,” terangnya.
 
Untuk satu kali kencan, Jawari mematok tarif Rp 250 ribu, jumlah tersebut belum termasuk biaya sewa kamar hotel. Nantinya, uang tersebut akan dibagi dengan korban, masing-masing Rp 200 ribu untuk korban dan Rp 50 untuk jasannya.
 
“Tersangka mengaku baru sekali melakukan aksinya. Hal itu ia lakukan karena ingin membantu korban saja. Sebab korban adalah temannya yang ia kenal setahun yang lalu,” tandas Lily.
 
Mantan Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini juga mengatakan, berdasarkan pengakuan korban, ia memang sengaja membawa anaknya lantaran tak ada yang mengasuh. Sebab meski memiliki suami, namun BS sudah pisah ranjang.
 
“Sehingga korban mengaku butuh uang untuk mencukupi kebutuhannya,” ujar perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini.
 
Pada saat melayani tamu, BS menyuruh anaknya untuk menghadap membelakangi dirinya yang sedang melayani pelanggan. Kalau tidak seperti itu, dia meminta anaknya memejamkan mata dan juga menghadap ke tembok.
 
Sementara itu, kepada polisi Jawari mengaku dia hanya berniat membantu. Selain itu, dia juga mengambil bagian yang sedikit, lantaran ia juga sudah memiliki penghasilan sebagai penjaga toko.
 
“Saya hanya membantu sebab ia mengeluh tak punya uang. Mengenai anaknya, dia sendiri yang minta dibawa,” kata terang Jawari.
 
Selain tersangka, polisi mengamankan barang bukti yakni uang Rp 250 ribu, sebuah handphone (hp) dan juga bill hotel.
 
 
 
 
Sumber: pojoksatu
BAGIKAN:
KOMENTAR