• Home
  • Politik
  • Pengganti Abdullah Azwar Anas di Pilgub Jatim, PKB Ancam PDIP

Pengganti Abdullah Azwar Anas di Pilgub Jatim, PKB Ancam PDIP

Selasa, 09 Januari 2018 15:34:00
BAGIKAN:
jpnn/net

Berkabar.com – Koalisi PDIP dan PKB terancam pecah di Pilkada Jawa Timur menyusul belum ditentukannya pengganti Abullah Azwar Anas yang memutuskan mundur.

Hingga Senin (8/1/18) malam, PDIP juga belum menentukan pengganti untuk kadernya yang tersandung foto-foto hot.

Hal itu membuat PKB pun bersiap meninggalkan PDIP dan memberikan deadline sampai dengan hari ini, Selasa (9/1/2018).

Wasekjen DPP PKB Daniel Johan mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih menunggu sikap PDIP soal nama definitif bakal cawagub Jatim.

"Saat ini kami memang masih fokus bersama PDIP," terang dia di kantor DPP PKB kemarin (8/1/18).

Namun, dia menegaskan, PDIP harus segera menyodorkan nama. Sebab, Rabu besok (10/1/18) pendaftaran pasangan calon (paslon) bakal berakhir.

Karena itu, paling lambat hari ini nama bacawagub yang akan mendampingi Saifullah Yusuf harus diserahkan.

Dengan begitu, nama baru tersebut bisa secepatnya disampaikan kepada publik, kemudian didaftarkan ke KPU Jatim.

Sebenarnya, PDIP sudah memiliki beberapa nama alternatif. Namun, Daniel enggan menyebutkan nama-nama tersebut.

"Itu kejutan lah. Nanti pasti ada satu nama," kelit anggota DPR itu.

Di Jatim, posisi PKB memang lebih kuat daripada PDIP. PKB memiliki 20 kursi parlemen. Lebih banyak 1 kursi bila dibandingkan dengan PDIP yang memiliki 19 kursi.

Dengan modal tersebut, PKB sejatinya bisa mengusung paslon sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol mana pun.

Jika PKB benar-benar memutus koalisi, PDIP akan sulit mengikuti pilgub Jatim.

Dengan waktu pendaftaran yang semakin mepet, mereka harus mencari tambahan 1 kursi lagi agar bisa mendaftarkan paslon.

Potensi perpecahan tersebut, rupanya ditangkap sebagai peluang oleh tiga parpol yang bergabung dalam koalisi Poros Emas Jatim.

Yakni, Gerindra, PAN, dan PKS. Mereka kini mendekati PKB untuk menawarkan bacawagub.

Terkait tawaran itu, menurut Daniel, PKB sangat terbuka untuk berkomunikasi. Namun, dia menegaskan lagi bahwa PKB masih bersama PDIP.

Bagaimana jika sampai batas akhir PDIP tidak kunjung menyerahkan nama bacawagub? Apakah koalisi akan pecah! Daniel mengatakan, segala kemungkinan bisa terjadi.

Namun, Daniel tidak mau berandai-andai. Partainya akan tetap menunggu nama yang diusulkan PDIP. "Masih ada waktu," ujarnya.




Sumber: jpnn
 

BAGIKAN:
KOMENTAR