• Home
  • Rohil
  • Agus: Tidak Perlu Dilegalkan Kendaraan Roda Dua Sebagai Angkutan Umum

Agus: Tidak Perlu Dilegalkan Kendaraan Roda Dua Sebagai Angkutan Umum

Minggu, 15 April 2018 22:10:00
BAGIKAN:
Berkabar.com - Menanggapi hal tentang adanya wacana kendaraan roda dua dijadikan angkutan umum atau plat kuning, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Arridho Kabupaten Rokan Hilir Agus Salim SHI MPdI, angkat bicara.
 
Agus yang juga Pernah Menjabat Sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum dan Mediasi (LBH-M) Kabupaten Rokan Hilir mengatakan, bahwawacana kendaraan roda dua yang akan dijadikan angkutan umum atau plat kuning tidak perlu dilakukan.
 
"Karena apabila kendaraan tersebut dijadikan angkutan umum bisa berdampak pada hal yang kurang baik," terangnya.
 
Sebagaimana diketahui bahwa sepeda motor rentan sekali terjadinya kecelakaan. Apalagi sepeda motor dijadikan angkutan umun atau di plat kuning.
 
"Sementara kita selalu mempelopori tentang Pentingnya keselamatan jiwa. Menurut hemat saya sangat tidak perlu kendaraan roda dua dijadikan angkutan umum," terangnya.
 
Seperti yang diketahui angka kecelakaan terbesar di Indonesia adalah kecelakaan sepeda motor, perbandingannya sangat jauh bila dibandingkan dengan menggunakan mobil.
 
Akibatnyapun cukup fatal dan bahkan menyebabkan banyaknya korban jiwa lebih besar pengguna sepedamotor dari pada mobil.
 
"Apalagi jika nantinya sepedamotor dijadikan angkutan umum. Sebelum semua terlambat lebih baik kita mencegah," harapnya.
 
Seandainya motor dijadikan sebagai angkutan umum dapat menimbulkan dampak yang lain juga yaitu, menghambat efektifitas dan pertumbuhan angkutan umum yang semestinya seperti bus umum, taksi dan yang lainnya.
 
"Maka dari itu dirasa sangatlah tidak perlu dilegalkannya kendaraan roda dua sebagai angkutan umum," terangnya.
 
Di negara-negara lain manapun juga tidak ada yang melegalkan sepeda motor sebagai angkutan umum.
 
"Jadi sangat tidak diperlukan hal ini dilakukan. Berkenaan dengan angkutan online atau daring yang sekarang sedang ramai dibicarakan di media online, saat ini masih belum ada penyelenggaraan di wilayah Kabupaten Rokan Hilir," terangnya.
 
Angkutan umum online atau daring merupakan transportasi online yang menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan aplikasi online.
 
Dimana hal tersebut merupakan inovasi atau terobosan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan sarana transportasi angkutan.
 
Namun untuk di wilayah Rokan Hilir sepertinya hal tersebut sangat kecil kemungkinannya ada. 
 
"Karena melihat dari geografis wilayah serta karakteristik masyarakatnya sendiri," urainya.
 
Angkutan online sebenarnya telah diakomodir tersendiri dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM 108 tahun 2017, dan apabila ada angkutan online di beberapa wilayah, mungkin dapat diatur kegiatannya melalui kebijakan Pemerintah Daerah dalam Peraturan Daerah (Perda)," tutupnya.(toc)
BAGIKAN:
KOMENTAR