• Home
  • Unik
  • Tagihan Listrik Anda Mahal? Lakukan Jurus Jitu Ini, Dijamin Turun Drastis

Tagihan Listrik Anda Mahal? Lakukan Jurus Jitu Ini, Dijamin Turun Drastis

Selasa, 10 Oktober 2017 20:28:00
BAGIKAN:

BERKABAR.com - Kalau tarif listrik naik, tentunya tagihan listrik Anda akan ikut naik. Harus dipahami, besarnya tagihan listrik rumah tangga sebenarnya bukan hanya disebabkan tarif dasar listrik (TDL) yang memang hampir tidak pernah turun dari waktu ke waktu.

Di luar itu, kita juga harus menyadari adanya berbagai perilaku salah yang mengakibatkan pemborosan listrik. Oleh karena itu, yang harus dilakukan pertama dalam setiap rumah tangga adalah hemat listrik.

Nah, untuk mencegah tagihan listrik membengkak, maka anda harus mempraktekan beberapa cara sederhana yang dilansir liputan6 (6/10/2017), yang dapat membuat pengeluaran kamu lebih irit.


1. AC Paling Sulit Hemat Listrik

Saat memilih pendingin ruangan, sebaiknya Anda pilih AC hemat energi yang dapat mengatur suhu secara otomatis. Jadi suhu akan ter-setting secara otomatis sesuai dengan kondisi ruangan. Yakni sesuai dengan luas ruangan dan jumlah orang yang ada.

Harus diketahui AC adalah penyumbang pemborosan listrik terbesar dibandingkan peralatan elektronik lainnya! Hitung saja. Daya untuk AC 1 PK bisa mencapai 700 watt. Jadi untuk keperluan menghidupkan AC dibutuhkan biaya kira-kira = 700 W x 10 jam/hari x 30 hari /1.000 x Rp 1.467,28 =Rp 308.129 ribu.

Menurut perhitungan, untuk setiap penurunan suhu sebesar 1 derajat Celsius, dibutuhkan tambahan daya sebanyak 6 persen. Oleh karena itu penghematan dapat dilakukan dengan memasang suhu ideal 24-25 derajat Celsius. Suhu ideal ini dapat optimal dirasakan jika ruangan tertutup rapat. AC juga tidak lagi boros energi jika filter dan coil AC rutin dibersihkan.

2. Hindari Pompa Air Otomatis

Apakah pompa air di rumah Anda juga dipasangi saklar otomatis sehingga Anda tidak perlu repot-repot mematikan dan menghidupkan listrik secara manual?

Memang sangat praktis dan memudahkan. Tapi tahukah Anda, justru sistem inilah yang membuat penggunaan listrik menjadi tidak efisien. Perlu Anda pahami, dalam sistem ini meski aliran air sudah dihentikan dengan menutup krannya, mesin masih terus menyala. Aliran listrik baru akan terputus (mesin off) setelah mencapai tekanan tertentu.

Di sinilah penggunaan energi listrik menjadi sangat tidak efisien karena untuk mencapai level tekanan tersebut, mesin akan menyedot daya listrik yang sangat besar. Jadi bayangkanlah jika dalam sehari ada beberapa anggota keluarga yang sering membuka tutup kran.


3. Ganti Kulkas Lama

Sebagai mesin pendingin, daya listrik kulkas sebenarnya tidak terlalu besar. Namun pemilihan kulkas yang salah bisa menyebabkan daya listrik di rumah kita tidak cukup untuk mensuplai energi bagi kulkas. Kulkas 1 pintu biasanya butuh daya listrik 50 sampai 80 watt. Sedangkan yang 2 pintu daya listriknya 100-120 watt.

Semakin besar kapasitas atau volume kulkas, sudah tentu daya listrik yang diperlukan juga semakin besar. Karena itu pastikan Anda mempertimbangkan daya listrik yang diperlukan. Jangan hanya memperhatikan desain dan besar kecilnya kulkas.

Pemborosan energi juga terjadi jika Anda salah dalam penggunaan kulkas. Tahukah Anda, 7 persen energi terbuang percuma jika kulkas terlalu sering atau terlalu lama dibuka. Lemari es tua yang berusia di atas 10 tahun juga semakin boros energi. Kebutuhan dayanya 75 persen lebih banyak ketimbang saat masih baru.


4. Melepas Colokan Rice Cooker

Sadarkah Anda, salah satu sebab pemborosan lilstik adalah penggunaan rice cooker atau penanak nasi secara terus-menerus? Mungkin Anda beralasan ingin nasi selalu tersedia dalam keadaan hangat. Namun coba kita lakukan perhitungan ini:

Bila dalam sehari rice cooker memanaskan nasi selama 10 jam, dan itu terjadi sepanjang hari selama sebulan, maka pemakaian listriknya adalah :77 W x 10 jam/hari x 30 hari/bulan = 23,1 kWh per bulan. Ini artinya, untuk penggunaan rice cooker Anda butuh biaya sekitar Rp 34 ribu.

5. Gunakan Lampu LED

Pemakaian lampu penerangan merupakan salah satu pemborosan yang cukup besar dalam skala rumah tangga. Orang seringkali mengabaikan pemakaian lampu karena merasa wattnya tidak terlalu besar. Padahal jika pemborosan itu dilakukan berkepanjangan, akumulasinya juga akan besar.

Lampu LED biasanya memiliki tingkat keterangan lampu tertentu. Seorang ahli listrik memberikan formula setiap m2 ruangan dibutuhkan penerangan LED sebesar 1 watt. Jadi untuk sebuah ruang tidur ukuran 3X3 = 9 m2, berarti kebutuhan listriknya sekitar 9-10 watt. Itu sudah cukup terang.

Untuk dapur bisa dipakai lampu 5 watt, kamar mandi 3 watt, ruang tamu 2X10 watt, lampu teras 5 watt. Oya, sang ahli listrik itu merekomendasikan Anda untuk memilih merek lampu LED yang kredibilitasnya cukup bagus, ketimbang membeli barang murah namun daya tahannya hanya sebentar.***
Sumber: Penulis: R24/bara
 

BAGIKAN:
KOMENTAR